Saturday, April 1, 2017

Warna-warni Pohonku



Biasanya anak-anak yang belajar di rumah minta dikasih panduan gambar, sebelum mereka bikin ceritanya.
Biasanya saya hanya pakai pulpen saja, dan mereka mewarnai gambarnya.
Lalu mereka mulai berimajinasi membuat kalimat dari gambar yang saya buat.

Ah, tapi Ibu Guru bosan kalau cuma seperti itu.
Ada beberapa kertas kado di rumah.
Jadi saya bentuk seperti bunga, daun bentuk hati, juga batang pohon. Anak-anak silakan menggunting dan tempel.

Setelah itu tambahi gambar apa saja.
Terus mulai deh bikin cerita lagi.

Anak-anak suka.
Ibu gurunya juga suka.

Lukisan dari Cottonbud




Semua bisa melukis.
Gampang kok. Asal mau tangannya sedikit kotor. 
Tidak apa-apa tangan kotor, yang penting hati senang dan ilmu bertambah.

Bahannya apa?
Kertas gambar
Cat poster
Tujuh buah cottonbud yang diikat pakai karet.
Wadah cat
Kuas

Gambar dulu batang pohon. Buat ranting rantingnya. Lalu warnai pakai warna hitam saja. Tapi boleh pakai warna lain.
Boleh dicat batangnya dengan cat atau bisa pakai pensil warna, bisa juga pakai krayon juga spidol.

Untuk daunnya, pilih warna yang diinginkan.
Tuang sedikit saja ke dalam wadah cat.
Lalu cottonbud yang sudah diikat, dicelupkan ke cat di dalam wadah. Setelah itu totolkan ke bagian atas pohon untuk membentuk daun.
Lakukan berkali-kali.

Susah?
Gampang kok.
Semua pasti bisa melakukannya.

Sunday, March 26, 2017

Jalan-Jalan ke Kota Tua





Hari Minggu kemarin, tanggal 26 Maret 2017, kami pergi ke Kota Tua. Mau apa ke sana? Mau jalan-jalan sambil lihat ada apa di Kota Tua.
Meskipun Bekasi Jakarta tidak jauh, tapi belum semuanya pernah merasakan pergi ke sana.
Karena semua masih anak-anak, dan kalau mau pergi harus bersama orangtua.
Untuk ke Kota Tua dari Bekasi, cukup naik commuter line seharga tiga ribu rupiah. Bolak balik jadinya enam ribu rupiah. Ongkos angkutan umum dari rumah menuju stasiun, lima ribu rupiah saja.

Wah, yang ikut banyak.
Kalau naik angkutan umum menuju stasiun di hari Minggu itu, pasti macet. Makanya kita naik grab car saja. Lewat tol, wusss, sampai Kota Tua.
Biayanya seratus ribu lebih, plus karena masuk tol, maka kena biaya tol.
Kami sempit-sempitan di dalam mobil. Tapi semua senang. 

Setelah capek naik mobil, kami sampai ke Kota Tua.
Tapi Kota Tua di hari Minggu, penuuuuh dengan pengunjung. Sampai mau ke mana-mana susah. 
Kami ke museum Fatahillah dan akhirnya kami foto-foto dengan manusia patung, yang ada banyak di Kota Tua. Dari manusia patung prajurit sampai patung princess.

Pulangnya, 
kami semua naik kereta commuter. Gerbongnya kosong dan itu artinya kami bisa foto-foto lagi.
Semua senang.
Ada banyak yang belum pernah merasakan naik commuter. Jadi tidak tahu caranya menaruh tiket kereta ke pintu masuk. 

Hari yang menyenangkan.
Semua menikmatinya.
Mau jalan-jalan lagi kapan-kapan. Biar semua senang.

Saturday, March 11, 2017

Lebah dan Semut


Ita masih TK, lima tahun.
Biasanya belajar gambar.
Tapi hari ini, Ita saya ajarkan membuat cerita. Sekalian belajar membaca.
Biar dia senang dan suprised dengan hasilnya.

Gambar dan judul saya buatkan.
Cerita juga.
Tapi anaknya dibimbing untuk diajarkan imajinasi.
Saya minta dia membaca apa yang saya tulis, sambil melihat gambar, lalu dia isi titik-titiknya.
Dia senang bisa berhasil bikin cerita.

Gopi Ingin Sepatu

Ini adalah karya Zilpa kelas dua SD, yang awalnya selalu menolak untuk menulis.
Tapi ternyata bisa juga menulis.

Saya berikan gambar, beri judul.
Lalu beri bayangan imajinasi. Setelah itu ia menulis sendiri sampai akhir.




Gopi si sapi, ingin pakai sepatu. Semut ketawa, kambing ketawa, angsa juga ketawa.
Gopi akan ke ladang rumput. Akhirnya Gopi bertemu dengan kambing.

Gopi sangat kesal kepada semut, kambing, angsa, karena menertawakan.
Gopi jalan saja, dia tidak mau temanan lagi.
Akhirnya Gopi tersesat di hutan, dan bertemu harimau dan singa.
Gopi merasa takut kepingin lari, akhirnya Gopi lari dan dikejar. Tiba-tiba Gopi tersandung batu dan terjatuh. Perjalanan becek, dan sepatu keren Gopi sudah kotor. Akhirnya Gopi lari sangat kencang.

Sepatu itu Gopi dapat dari tempat sampah, Gopi mengambilnya. Ketika sudah mau pulang, tiba-tiba ada orang yang melihat sepatu Gopi. Gopi terkena marah oang itu. Gopi akan melepas dan lari kencang. Akhirnya Gopi selamat.

Tadinya Gopi menemukan sepatu itu, Gopi melihat kanan dan kiri. Tidak ada orang yang melihat. Gopi melihat ada ibu-ibu. Gopi disuruh melepas sepatu itu. Itu sepatu ibu-ibu itu, dan Gopi akhirnya melepas sepatu itu.  


Sunday, March 5, 2017

Kreasi dengan Tutup Galon





Ada banyak tutup galon di rumah. Sengaja tidak dibuang. Takut kalau dibuang nanti disalahgunakan oleh orang untuk bikin yang palsu.

Nemu ide, nyontek juga dari banyak blog di google.
Terus mulai berpikir untuk buat hiasan ini.

Modalnya cuma cat poster.
Dan tutup galon minera..
Sudah itu saja.
Sama kuas tentu saja dan contoh kreasi.
Setelah itu anak-anak membuat kreasi sesuka hati mereka. Kalau sudah selesai ditunjukkan ke saya.

Aaaah, mereka senang.
Hasilnya mereka bawa pulang.
Rumah berantakan pun mereka bantu kok untuk membereskan sebelum pulang, sebagai bentuk tanggung jawab.

Kreasi Shaun the Sheep dengan Kapas






Buat apa, ya?
Senin sampai Kamis sudah penuh isi kepala dengan menulis buku pesanan, dan mengajar kelas menulis.
Jadi kadang-kadang untuk mengajar anak-anak, ide datang begitu saja.

Okelah mau bikin shaun the sheep aja.
Beli kapas ke warung tetangga. Tapi lem tidak ada.
Satu murid datang ketika saya sedang mandi. Nunggu di luar pagar. Masih jam setengah empat.

Sudah siap.
Maka sekalian aja ajak cari lem keliling. Hari Sabtu ternyata toko-toko pada tutup. Akhirnya dapat juga lem di satu toko yang buka.

Belajar bikin shaun the sheep. Instruksinya adalah. "Ayo bikin awan."
Jadi badan si shaun the sheep saya ajarkan berbentuk awan. Lengkung, lengkung dan lengkung.
Wajahnya bikin pakai huruf U."Ayo, buat huruf U. Terus dikasih awan lagi di atas huruf U.
Taraaa, jadilah wajah.
Kasih mata, kasih hidung, kasih mulut, kasih jenggot.

Finishing terakhir.
Ambil kapas. Potong kecil-kecil. Buat bulatan-bulatan kecil.
Setelah itu ambil lem, dan lem kapas itu. Tempelkan di badan shaun the sheep sampai penuh.

Jadilah shaun the sheep.
Alhamdulillah anak-anak senang melihat hasilnya.

Sunday, February 19, 2017

Melukis dengan Cara Meniup


Sengaja mengajarkan hal ini.
"Kalau ada teman kamu yang catnya tumpah di buku gambar kamu, jangan marah, ya. Tiup aja cat itu. Pasti jadi lukisan."

Anak-anak heran.
Saya ajarkan meniup.

"Jadi apa ini, Mama Bilqis?" tanya anak-anak.
"Terserah mau dijadiin apa aja," kata saya.

Maka saya ajarkan membuat ranting saja, beri daun.

Waktunya sudah mepet maghrib.
Pelajaran belum tuntas.
In syaa Allah minggu depan lanjut lagi.

Mencetak Daun




"Bawa sikat gigi sama sisir, ya...," pesan saya pada anak-anak yang akan datang.
Cat dan kertas ada di rumah.

Masukkan cat ke wadah.
Beri sedikit air biar tidak terlalu kental.
Cari daun.
Letakkan rapat di atas kertas.
Lalu masukkan sikat gigi ke dalam cat, dan sikat-sikat ke sisir yang didekatkan ke atas kertas dan daun.

Beberapa kali melakukannya sampai bisa semua kertas terisi cat.
Setelah itu...

taraaaa...
Ambil daun.
Inilah hasil lukisan daun.

Saturday, February 11, 2017

Yuk, Berimajinasi dengan Gambar

Mengajarkan anak-anak menulis itu menyenangkan sekali. Ilmu bisa cepat diserap oleh mereka. Semakin mudah diserap jika mereka sudah cinta membaca.

Ada banyak gambar yang bisa kita ambil di google.
Save aja gambar itu di komputer kita. Selama bukan untuk tujuan komersil, saya pikir tidak masalah.
Berbagai macam gambar itu biasanya saya susun, dan anak-anak menulis cerita berdasarkan imajinasi mereka terhadap susunan gambar tersebut.

Kalau yang ini beda.
Ini gambar yang saya ambil dari web khusus untuk cerita anak.
Saya hanya ambil gambarnya dengan kamera saya, lalu saya susun di words.
Saya berikan pada anak-anak.

Panduan jalan cerita tersebut ada pada judul.
Judul yang saya berikan di awal cerita, akan membuat otak mereka berpikir keras, untuk menghasilkan cerita yang berbeda dengan temannya.
Iya masing-masing anak saya berikan judul yang berbeda.
Alhasil, setiap anak menghasilkan cerita yang unik dengan gaya mereka sendiri.

Menggambar itu Mudah

Anak-anak yang belajar di rumah memiliki banyak keinginan. Kalau hanya belajar menulis saja, mereka pasti lambat laun akan bosan.
Tapi kalau saya ajarkan banyak hal, maka proses menulis itu akan terasa menyenangkan untuk mereka.
Iya, segala proses yang saya ajarkan mulai dari membuat roti, melukis dan lainnya, bisa mereka jadikan bahan untuk ditulis.

Menggambar.
Seharusnya ini bukan keahlian saya, tapi keahlian suami. Tapi suami kurang telaten menghadapi anak-anak kecil.
Jadi saya harus bersyukur saja, karena tidak semua suami mau menerima rumahnya dipenuhi anak-anak orang lain, pada hari Jumat dan Sabtu.

Anak-anak harus bahagia belajar di rumah.
Mereka harus menjadikan belajar di rumah saya, adalah kenangan paling manis untuk masa kecil mereka.
Mereka tidak boleh terjajah oleh gadget.
Konsep seperti itu yang terus saya pegang. Sehingga akhirnya saya bisa mengikuti apa yang mereka inginkan.

Awalnya kakaknya yang belajar di rumah.
Besoknya mengajak adiknya yang di TK bahan yang belum sekolah. Si adik datang untuk belajar mewarnai gambar.
Sekali dua kali mewarnai gambar mungkin menyenangkan. Tapi kalau berkali-kali datang hanya untuk mewarnai, itu artinya saya tidak mengajarkan mereka kreatif.

Karena itu saya mulai mencari-cari informasi tentang menggambar.
Alhamdulillah internet memudahkan segalanya.
Tinggal save gambarnya, lalu print. Panduan itu yang bisa saya ajarkan pada anak-anak.

"Gampang, kan, bikin sapi?" tanya saya.
"Iya...," angguk si anak.
"Sekarang, biar tangannya lemas,  kamu gambar sapi sampai lima sapi, ya."
Si anak yang masih TK A pun mengangguk.

Mencetak Daun Kering


Caranya mudah, semua anak pasti bisa.
Sediakan kuas, cat poster atau bisa juga cat air.
Cari daun beraneka bentuk.
Jangan disediakan daunnya, biarkan anak mencari di lingkungan dan memilih  sendiri, bentuk daun yang mereka inginkan.

Letakkan bagian bawah daun ke bagian atas.
Oleskan dengan cat.
Saya gunakan cat poster karena ketebalannya pas. Kalau di toko buku, ada berbagai macam merk cat poster. Saya beli seharga tigapuluh ribu rupiah terdiri dari 12 warna.

Setelah semua bagian bawah daun sudah dicat. Cetak daun itu ke atas kertas HVS, lalu keringkan.

Oh ya,
awalnya saya ingin ajarkan metode dengan sisir, cat air dan sikat gigi.
Tapi kemarin gagal, karena di rumah tidak ada sisir yang jarang. Dan saya lupa pakai sikat gigi.
In syaa Allah Sabtu depan bisa menggunakan metode dengan sisir.

Sunday, February 5, 2017

Begini Cara Mereka Belajar










Tidak ada meja dan kursi.
Awalnya ingin membeli. Tapi ternyata saya suka konsep belajar tanpa kursi dan meja.
Semua bisa berbaur, semua bisa belajar dari keterbatasan.

Yang penting, ilmu dari saya tidak terbatas.
Dan buku-buku yang bisa mereka pinjam juga tidak dibatasi.